Sabtu,4 Maret 2017 12:00 WIB

Penulis: Fransiscus Rosano

Hyundai Tucson Diesel Pakai Mesin CRDi eVGT, Ini Yang Membuatnya Canggih

Foto: Fransiscus Rosano

Mesin diesel dari Hyundai Tucson menggunakan sistem eVGT sehingga dapat menghasilkan tenaga 174 dk dan torsi 400 Nm, hanya dengan kapasitas di bawah 2.000 cc

Jakarta - PT Hyundai Mobil Indonesia kembali memperluas line-up bermesin dieselnya. Setelah sebelumnya ada Hyundai H-1 dan Santa Fe, kini All New Tucson Diesel pun menyusul (3/3), dengan iming-iming ‘CRDi eVGTurbo’ di belakangnya.

Meski kata-kata tersebut sulit dimengerti, namun output tenaga maksimum 174 dk (176 PS) pada 4.000 rpm dan torsi 400 Nm di 1.750-2.750 rpm terdengar sangat impresif, terutama untuk mesin diesel berkapasitas 1.995 cc.

Jadi apa rahasianya?

Pertama, dimulai dari mesin R 2.0 L yang digunakan. Mesin ini memiliki sistem CRDi (Common Rail Direct Injection) dan eVGT (electronic Variable Geometry Turbocharger). Bila masih ingat denga Kia Sportage Diesel yang dikeluarkan pada IIMS (Indonesia International Motor Show) 2015 lalu, ini sebenarnya mesin yang serupa.

Dijelaskan dalam presentasinya ketika Tucson ini diluncurkan, terdapat tujuh komponen utama yang membuat mesin diesel ini tergolong canggih dan dapat bertenaga besar.

Dimulai dari desain baru dari blok silinder yang digunakan, sehingga secara keseluruhan mengurangi bobot dari mesin R tersebut. Mesin ini juga memliki cover insulasi yang baik.

Hyundai Tucson Diesel
Kurang lebih, mesin sama dengan yang digunakan oleh Kia Sportage Diesel

Kemudian, mesin ini pun dilengkapi oleh variable oil pressure control, stiffener untuk mengurangi kebisingan operasi mesin kompresi tingginya, pendingin EGR (Exhaust Gas Recirculation), low pressure fuel pump variable control hingga injektor solenoid.

Istimewanya, injektor ini dapat beroperasi dalam tekanan yang luar biasa tinggi yaitu di sekitar 2.000 bar atau 29 ribu PSI, bahkan di atas beberapa piezo-injector yang lebih canggih.

Dari semua part tersebut, akhirnya sistem CRDi akan membuat ECM (Engine Control Module) untuk mengatur dan menentukan jumlah dan timing injeksi, serta aktuator yang mengeksekusi dan menyemprotkan tekanan injeksi ke dalam ruang bakar sebesar 2.000 bar.

Untuk eVGT sendiri, tekanan turbo diatur secara langsung melalui aktuator berdasarkan masukan dari berbagai sensor.

Klaim Hyundai, mesin diesel berpeforma tingginya ini lebih akurat dan efisien, hemat bahan bakar, tidak terjadi turbo lag dan tenaga serta torsi lebih optimal di semua putaran. Well, kami akan mengujinya apakah klaim itu benar nanti pada sesi test drive.

EDITOR

rio

TERPOPULER

Top