Senin,6 Maret 2017 08:00 WIB

Penulis: Fransiscus Rosano

Kejar Durabilitas, Hyundai Tucson Diesel Tinggalkan Piezo-Injector untuk Jenis Solenoid

Foto: Fransiscus Rosano

Hyundai Tucson Diesel tidak lagi menggunakan injektor canggih berjenis piezo, namun kini menggunakan solenoid bertekanan sangat tinggi

Jakarta - Ada hal yang menarik saat PT Hyundai Mobil Indonesia mempresentasikan mengenai produk terbarunya, Hyundai Tucson Diesel.

Saat membahas mesin R 2.0 CRDi eVGT barunya, dijelaskan bahwa mesin tanpa busi tersebut sekarang menggunakan injektor berjenis solenoid dan telah meninggalkan piezo-injector. Hmm, bukannya piezo lebih canggih ya?

Teorinya, piezo-injector menggunakan piezoelectric crystal untuk mengontrol semprotan bahan bakar dan diklaim jauh lebih cepat dan presisi, sehingga dapat menginjeksikan bahan bakar beberapa kali per siklus bakarnya. Meski begitu, penggunaannya bukan berarti sempurna.

"Piezo-Injector itu sangat ringkih, tidak bisa diperlakukan sama dengan injektor biasa. Bila ada mekanik yang asal bersihkan, bisa langsung merusak injektornya," ujar Boyke Setiawan, Product Planning Head PT Hyundai Mobil Indonesia.

Hyundai Tucson Diesel
Mesin yang yang digunakan Tucson Diesel merupakan jenis mesin Hyundai berperforma tinggi yang disebut 'R'. Pada varian R 2.0 ini, tenaganya mencapai 174 dk dan torsinya 400 Nm

Di Indonesia, kakak dari Tucson sendiri, Hyundai Santa Fe CRDi telah menggunakan piezo-injector pada mesin R 2.2-nya. Selain brand Korea ini, pabrikan Eropa seperti Mercedes-Benz dan BMW diesel pun menggunakan jenis injektor canggih ini, termasuk Mitsubishi Pajero Sport Dakar dengan mesin 4N15 barunya.

Namun mengingat tidak semua bengkel umum mendapat pelatihan mengenai piezo-injector yang sangat canggih ini, terutama di luar kota-kota besar, penggunaanya di unit yang cenderung terjangkau seperti All New Hyundai Tucson CRDi eVGT ini terkesan kurang tepat.

"Makanya di mesin eVGT Tucson Diesel ini digunakan lagi injektor solenoid. Tapi jangan salah, tekanannya mencapai 2.000 bar, bahkan melebihi beberapa piezo-injector lainnya," tambah Boyke lagi.

Terbukti, meski menggunakan injektor solenoid dan bukan piezo, tenaga dari mesin R 2.0 berkapasitas 1.995 cc-nya dapat mencapai 174 dk dan torsinya pun luar biasa di 400 Nm sejak 1.750 rpm, thanks to electronic Variable Geometry Turbocharger.

Efek positif lainnya, durabilitas pun lebih terjaga karena penggunaan injektor solenoid tersebut.

Hyundai Tucson Diesel dijual seharga Rp 458 juta on the road Jakarta dan akan langsung bersaing dengan saudaranya sendiri, Kia Sportage Diesel.

EDITOR

rio

Top