Minggu,12 Maret 2017 10:30 WIB

Penulis: otomotifnet

Lebih Paham Caranya, Klaim Asuransi Mobil Jadi Mudah

  • Foto: Harryt/otomotifnet

    Pahami Caranya Supaya Mudah

  • Foto: Harryt/otomotifnet

    Bila mengalami kerusakaan parah atau TLO maka dokumen yang disiapkan harus asli seperti STNK, BPKB, surat keterangan kepolisian dan lainnya.

  • Foto: Harryt/otomotifnet

    Prosedur Lengkap, Klaim Langsung Turun?

Jakarta - Klaim dalam istilah asuransi adalah upaya pemegang polis (tertanggung) meminta ganti rugi kepada perusahaan asuransi karena terjadi kecelakaan atau pencurian. Pihak tertanggung dalam hal ini memerlukan beberapa tahapan yang mesti dilakukan agar klaim bisa dilakukan.

"Selama pemegang polis itu (tertanggung) memiliki polis asuransi sesuai dengan transaksi di awal serta proses pembayaran bulanannya lancar, maka bila ada kejadian sebagaimana isi polis berhak mendapatkan klaim," terang Laurentius Iwan Pranoto, selaku Manager Communication & Event PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto).

Namun memang sebagaimana tata cara yang berlaku ada hal yang mesti dipenuhi tertanggung atau pemegang polis agar klaimnya terpenuhi. Apa saja prosedurnya itu, berikut ulasannya.   

Hubungi Perusahaan Asuransi 3X24 Jam

Bila mobil mengalami kecelakaan atau dicuri, pemilik mobil wajib segera menghubungi perusahaan asuransi dalam waktu 3 x 24 jam (bisa via telepon, SMS, email atau langsung datang ke perusahaan). Tujuan utamanya menghindari penolakan klaim asuransi mobil dengan alasan lewat dari jangka waktu yang telah ditentukan.

Dokumentasikan Bukti Kejadian

Jika mengalami kecelakaan dan mobil masih bisa berjalan, segera bawa mobil ke salah satu bengkel rekanan perusahaan asuransi. Apabila mobil rusak berat (parah), ambil foto atau dokumentasikan sebagai bukti bahwa memang benar-benar mengalami kecelakaan.

Mengisi Formulir laporan Klaim

Sebagai salah satu prosedur klaim, pemegang polis mesti mengisi formulir yang disediakan oleh perusahaan asuransi. Formulir ini sebagai salah satu dokumen kelengkapan klaim asuransi.

Berikan Informasi Jelas & Detail

Berikan informasi terkait rentetan kejadian (kronologis) pada perusahaan asuransi dengan sebenar-benarnya. Jangan dibuat-buat atau malah fiktif.

Siapkan Dokumen Yang Dibutuhkan

Lengkapi dokumen (surat-surat) yang harus dipenuhi pemegang polis. Berdasarkan kejadian apakah kecelakaan, pencurian atau melibatkan pihak ketiga (tanggung jawab hukum/TJH).

Dokumen pendukung klaim karena kecelakaan atau kehilangan, pencurian atau pengrusakan yang diperlukan adalah fotokopi SIM, STNK, polis asuransi dan Surat Keterangan Kepolisian.

Bila ternyata mobil berkaitan dengan Total Loss Only (TLO), baik kecelakaan atau pencurian, dokumen yang disiapkan lebih banyak mulai fotokopi SIM, Surat Keterangan Kepolisian, STNK, BPKB dan faktur pembelian kendaraan asli.

Tak lupa tiga lembar kuitansi blanko sudah ditandatangai kemudian kunci kontak mobil, surat kuasa penyerahan hak milik kendaraan, surat keterangan hilang dari kepolisian dan surat pemblokiran STNK.

Bila kerugian atau kecelakaan terkait dengan pihak ketiga (tanggung jawab hukum/TJH) maka pemegang polis harus menyediakan dokumen fotokopi SIM dan STNK pengendara pihak ketiga, surat tuntutan ganti rugi dari pihak ketiga dan surat keterangan Kepolisian.

Prosedur Lengkap, Klaim Langsung Turun?

Tidak otomatis langsung pemegang polis (tertanggung) bisa mendapatkan klaim karena pihak perusahaan asuransi (penanggung) harus melakukan tahapan selanjutnya yaitu penelitian polis dan klaim.
 
"Bila pemegang polis tahu benar tipe asuransi mobil dan tak pernah telat dalam pembayaran preminya. Prosesnya klaimnya cepat," imbuh Iwan sapaan akrab Laurentius Iwan Pranoto.

Setelah tahap pelaporan dari pemegang polis (tertanggung), pihak perusahaan asuransi (penanggung) akan melakukan beberapa tahapan lagi, yaitu tahap penelitian polis dan klaim. Kedua tahapan itu untuk melihat dan mencocokkan fakta dan kronologis dari pemegang polis.

Mulai dari polis asuransinya masih berlaku dan masih dibayar serta sesuai dengan klaim yang diajukan. Bila semua tahapan mulai dari pelaporan, penelitian polis dan klaim sesuai dan oke, maka klaim bisa segera diproses.

Perhatikan Benar & Jangan Anggap Sepele

Klaim asuransi memang hak bagi pemegang polis asuransi mobil. Akan tetapi, kerap dilupakan beberapa hal sepele yang dampaknya malah membuat pemegang polis tidak bisa mengklaim. seperti; Polis asuransi yang dibayar tidak sesuai dengan klaim kejadian.

Katakanlah polis asuransinya mengambil comprehensive atau asuransi mobil yang menjamin risiko karena kerugian/kerusakan sebagain (partial loss) dan keseluruhan (total loss) yang diakibatkan semua risiko sepanjang tidak dikecualikan dalam polis.

Ternyata pemegang polis mengklaim banjir dari paket tersebut. "Comprehensive memang mengganti dari sebagian sampai semua. Tapi bila ternyata kejadian banjir atau kerusakaan karena huru-hara (SRCC), belum tentu bisa klaim. Kecuali pemegang polis memang melakukan perluasaan fasilitas tersebut," urai Iwan.

Lalu apa lagi yang mesti diperhatikan hal yang sepele berkaitan dengan klaim; Pajak Kendaraan Bermotor jangan sampai mati. Memang tidak ada kaitan langsung dengan prosedur klaim. Akan tetapi PKB itu kewajiban dan ada di aturan wajib asuransi mobil.

#  Pastikan dan pahami asuransi yang dimiliki. Comprehensive atau Total Loss Only (TLO). Pahami benar klaim dari kedua jenis asuransi tersebut.

#  Lakukan perluasan jaminan yang mungkin bisa melindungi mobil dari kejadian ekstrem seperti huru hara (SRCC), Act of God seperti banjir, angin topan, badai dan tanah longsor serta gempa bumi dan letusan gunung berapi.

#  KTP atau SIM jangan sampai kedaluwarsa karena bisa menghambat atau malah bisa membatalkan klaim asuransi. JLM/Otomotifnet.com

EDITOR

rio

Top