Minggu,19 Maret 2017 10:45 WIB

Penulis: otomotifnet

Dirjen Ilmate: Mobil Dua Mesin Sudah Masuk Kin

Halaman 2 dari 3

Foto: Dok OTOMOTIF

Alphard mesin hybrid terus meningkat penjualannya

Eksistensi mobil dua mesin yang sudah digalakkan sejak 2012 silam bukan tidak diperhatikan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) lewat direktorat jendral Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektrionika (Dirjen ILMATE).

Dipaparkan harga jual mobil hybrid lebih mahal ketimbang mesin bakar konvensional lantaran teknologi yang diaplikasinya.

"Sistem hybrid harganya cenderung lebih mahal dibandingkan sistem konvensional karena teknologinya yang menggunakan dua sistem kerja (mesin) dalam satu kendaraan. Yaitu mesin motor bakar dan mesin listrik," ujar I Gede Putu Suryawirawan selaku Direktur Jenderal Ilmate Kemenperin.

Selain teknologi, unit yang masih impor dan belum diproduksi lokal membuat komponen biaya, seperti pajak (PPnBM) terbilang tinggi. Pun begitu diungkapkan ke depannya mobil hybrid terus menjadi perhatian dalam hal ini

Kemenperin sebagaimana program mobil dengan dua mesin ini masuk roadmap pengembangan industri otomotif di Indonesia.

"Program mobil hybrid telah masuk dalam kebijakan industri nasional (KIN) jadi tetap akan diperhatikan mobil hybrid apa yang diperlukan untuk terus berkembang di Indonesia," pungkas pak Putu, panggilan akrab I Gede Putu Suryawirawan. JLM/otomotifnet.com

Mobil Dua Mesin Yang Dipasarkan Di Indonesia

Bila dirunut line-up mobil dua mesin yang dipasarkan di Indonesia cukup terbatas. Hal ini selain karena demand pasar juga insentif dari pemerintah yang belum membuatnya berada di harga psikologis konsumen Indonesia.

Beberapa APM yang memasarkan mobil 2 mesin ini antara lain brand Toyota, Lexus, Honda dan Nissan. "Lexus bermesin hybrid yang dipasarkan di Indonesia adalah ES300h. Permintaannya meningkat dengan pertimbangan nyaman, senyap, ramah lingkungan dan efisien bahan bakar," tutur Elizabeth Saskia H., Business & Marketing Planning Manager Lexus Indonesia.

Sementara Toyota memasarkan mobil dengan 2 mesin, yaitu Alphard, Camry dan Prius. Sementara Honda memasarkan CR-Z yang merupakan mobil dua mesin dengan kapasitas paling kompak yaitu 1.500 cc plus motor listrik yang dinamai IMA (Integrated Motor Assist).
 
Sementara APM Nissan memasarkan X-Trail hybrid yang merupakan satu-satunya SUV dua mesin yang dipasarkan di Indonesia. JLM/otomotifnet.com

Asuransi Kendaraan Untuk Mobil Dua Mesin

Perlakuan untuk asuransi yang terkait dengan mobil dua mesin atau hybrid ternyata tidak dibedakan sebagaimana dengan dengan penetapan harga teknologi yang diterapkannya. Mobil dua mesin perlakuannya sama seperti mobil lainnya sesuai dengan aturan asuransi motor yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
 
Di mana ditetapkan berdasarkan jenis kendaraannya yang berdasarkan harga dan juga wilayah keberadaannya.

"Tidak ada perbedaan terkait asuransi kendaraan untuk mobil hybrid. Intinya berdasarkan kategori harga. Bila hargapnya di atas Rp 800 juta maka polis asuransi yang ditetapkan wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat (Wilayah 2) untuk Total Loss Only (TLO) batas bawah 0,2 % dan atasnya 0,24% dari harga mobil," ujar Laurentius Iwan Pranoto selaku Manager Communication & Event PT Asuransi Astra Buana (Garda Oto).

Demikian pula untuk tarif premi perluasan jaminan asuransi kendaraan motor sesuai aturan yang dikeluarkan oleh pihak OJK.

EDITOR

rio

Top