Selasa,14 Maret 2017 18:45 WIB

Penulis: Harryt MR

Sudah Overload, Tol Jakarta-Tangerang Dilewati 167.906 Kendaraan Tiap Hari

Foto: Jasa Marga

Ilustrasi; Kemacetan pada jam sibuk di Tol Jakarta-Tangerang kerap disebabkan karena antrian Gerbang Tol, oleh karenanya akan diterapkan transaksi terintegrasi pada ruas tol Jakarta-Merak

JAKARTA – Terhitung sejak triwulan III 2016, Lalulintas Harian Rata-rata (LHR) beban ruas Tol Jakarta-Tangerang adalah 167.906 kendaraan. Ini artinya sudah melebihi kapasitas jalan tol yaitu sebanyak 161.000 kendaraan.

Atas instruksi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) serta kordinasi dengan PT Marga Mandala Sakti (MMS), tol Jakarta-Merak akan memberlakukan integrasi sistem transaksi di Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Tangerang-Merak.

Terhitung mulai April 2017 aturan integrasi pembayaran tol Jakarta-Tangerang diberlakukan. Selain itu Gerbang Tol Karang Tengah, Tangerang juga akan ditutup.

Pasalnya Gerbang Tol Karang Tengah kerap menjadi biang kemacetan cukup parah pada jam sibuk.

Akibat ditiadakannya Gerbang Tol Karang Tengah, pengguna jalan tol hanya berhenti di satu gerbang untuk transaksi, yaitu Gerbang Tol Cikupa.

Gerbang Tol Karang Tengah merupakan salah satu gerbang tol utama yang digunakan para pengguna jalan dan commuter di wilayah Jakarta untuk menuju ke arah barat Jakarta atau sebaliknya.

"Karena peran strategisnya menjembatani lalu lintas dari dua kota besar yaitu Jakarta dan Tangerang, pada saat jam sibuk, kepadatan di GT Karang Tengah cukup panjang dan kerap mencapai lebih dari 10 KM," beber Dwimawan Heru Santoso, AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Persero.

Perbaikan sistem operasi antar ruas jalan tol diharapkan dapat mengatasi kepadatan dan meningkatkan pelayanan kepada pemakai jalan tol. (Otomotifnet.com)

EDITOR

toncil

Top