Minggu,5 Maret 2017 17:39 WIB

Penulis: otomotifnet

Modifikasi Vespa Sprint 3V ie, Kuras Kantong Akibat Nongkrong

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Vespa Sprint 3V ie 2015 Akibat Ningkrong

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Vespa Sprint 3V ie 2015 Akibat Ningkrong

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Suspensi Ohlins bikin nyaman selama perjalanan

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Grill lamp CNC Zelioni

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Ini Z Mini Flyscreen lengkap dengan voltmeter, rapi kan?

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Piggyback Polini untuk manipulasi ECU

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    carbon

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Dek rapi

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Jok custom

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Knalpot Akrapovic punya karakter suara yang masih sopan

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Suspensi Ohlins bikin nyaman selama perjalanan

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Pengecatan pelek ini sampai 4 kali ganti kelir .

Jakarta -  Tempat tongkrongan memang punya efek besar pada modifikasi, seperti dialami Aris Wasesa. Biasa nongkrong di bengkel balap, akhirnya ‘gerah’ juga melakukan oprekan mesin. “Dari awal motor turun dealer langsung bore up sampai gak ngerasain mesin standarnya.

 

"Lagipula tren banget nih Vespa bore up. Malu ah kalo standar nanti apa kata dunia,” candanya. Langsung saja piston memakai produk Shark berdiameter 63 mm yang membuat kapasitas mesin melonjak jadi 182,5 cc.

Saluran gas buang juga dibuat ‘plong’ menggunakan Akrapovic yang punya karakter suara adem. Biar pasokan bensin enggak kurang, piggyback Polini dipasang untuk memanipulasi data ECU.

Dilanjutkan dengan menggunakan part CVT full Polini dan Malossi, “Udah enak tarikan atas dan bawah deh!” ucap Aris sapaannya.

Virus akibat nongkrong tidak hanya pada sektor mesin namun berlanjut pada pengecatan pelek. Pria asli Yogyakarta ini sampai 4 kali ganti kelir pelek. Bukan karena warna tidak sesuai, melainkan cat terkelupas pada bagian teromol belakang karena panas saat pengereman.

Setelah mencari akhirnya dapat tempat yang punya pengerjaan rapi dan cat yang kuat di US Speed Shop. Tidak sampai di situ, handgrip diganti menggunakan Kawasaki Ninja 250 versi karburator.

“Ini juga karena nongkrong di US Speed Shop, anak Nouvo pakai handgrip ini semua. "Tapi memang empuk dan nyaman di tangan sih,” lanjut pria yang bekerja di bidang percetakan ini.

Menunjang penampilan, part Zelioni banyak dipasang seperti Z Mini Flyscreen yang dilengkapi dengan voltmeter ini termasuk jarang dijumpai, pasalnya punya harga yang lumayan.

“Sekecil ini harganya Rp 2 juta karena sangat rapi dibuat dengan proses CNC, lalu dipasangkan dengan voltmeter Koso,” tutupnya sambil merogoh kantong.

Banyak juga ya biayanya? Kan! Makanya jangan asal nongkrong, kantong bisa jebol hehe... (Fariz / Otomotifnet.com)

Vespa Sprint 3V ie 2015 Akibat Ningkrong
 

Plus:  Mesin full spek untuk harian
Minus: Bodi masih terlalu polos

Data Modifikasi:
Kaliper depan: Brembo 4 piston
Bracket kaliper: Zelioni
Cakram: Polini
Brake Hose : Hel
Ban depan: Mitas MC29 120/70-12
Ban belakang: Mitas MC29 130/70-12
Suspensi Depan + Belakang : Ohlins
Kampas rem belakang: Elig Sport
Knalpot: Akrapovic with custom piping
Piggyback: Polini
Camshaft: Custom
Air Filter : Polini
Variator: Polini
Clutch bell: Malossi
V-belt: Polini
Clutch: Malossi
Torque spring: Malossi
CVT spring: Malossi
Roller: Polini 10 gr
Cover air intake CNC: Zelioni
Grill lamp CNC: Zelioni
Lamp Cover CNC : Zelioni
Handgrip CNC: Ninja 250 Karbu
Bar End CNC : Zelioni
Gas cap CNC: Zelioni
Mini Visor CNC : Zelioni
Ring Speedometer CNC : Zelioni
Oil Dipstick CNC : Zelioni
Volt Meter : Koso
Mirror : Rizoma Original
Voltmeter: Koso
US Speed shop : 081220088053

EDITOR

Dimas Pradopo

Top