Jumat,17 Maret 2017 14:13 WIB

Penulis: otomotifnet

Kawasaki Z900 First Impression Review, Ramah Pada Postur Asia

  • Foto: Salim/otomotifnet

    First Impression Kawasaki Z900 Lebih Bertenaga & Lebih Ringan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Kawasaki Z900 Lebih Bertenaga & Lebih Ringan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Kawasaki Z900 Lebih Bertenaga & Lebih Ringan

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Jok depan nyaman, tapi yang belakang kecil banget

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Mesin baru basisnya dari Z1000, lebih bertenaga kendati emisi sudah Euro4

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Spidometer negative display, ganteng banget kan!

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Swing arm aluminium bobotnya cuma 3,9 kg

  • Foto: Salim/otomotifnet

    Suspensi belakang miring, jauh dari knalpot performannya lebih stabil

Jakarta - Punya tampang sangar dan banyak fitur baru, ternyata Z900 ramah pada pengendara berpostur Asia, karena tinggi jok hanya 795 mm. Jadi buat OTOMOTIF yang punya tinggi 173 cm, saat duduk di joknya lutut sampai menekuk.

Jok untuk rider terbilang lebar kendati busanya tipis, namun sisi depan menyempit seirama dengan tangki sisi belakang yang juga menyempit. Beda dengan jok untuk pembonceng, hanya secuil alias sempit banget! Saat coba diduduki tidak seluruh area pantat bisa terakomodasi.

Setangnya lebar namun posisinya rendah, jadi ketika duduk membuat rider terlihat gagah. Badan agak condong ke depan, lalu lengan membuka. Posisi kaki sendiri agak ke belakang khas naked bike.

Nyalakan kunci kontak, spidometernya mengingatkan pada Z650, mirip banget! Dan sudah pakai tipe negative display. Tapi begitu mesin dinyalakan, suara khas 4 silinder segaris terdengar berwibawa. Saat digeber di tempat wuih merdu banget.

First Impression Kawasaki Z900 Lebih Bertenaga & Lebih Ringan
 

Banyak Yang Baru!

Kemunculan Kawasaki Z900 ternyata menggantikan Z800 yang telah beredar di Indonesia sejak 2013 silam. Selain Z800 sudah terlalu lama, ternyata masalah emisi gas buang juga jadi pertimbangan utama.

"Z800 baru Euro3, sedang Z900 Euro4, makanya digantikan," imbuh Michael C. Tanadhi, selaku Deputy Head Sales & Promotion, Marketing Division PT. KMI. . Meski Indonesia masih Euro3, namun karena moge Kawasaki adalah global model, otomatis mengikuti regulasi di negara lain.

Menurutnya, jika tetap pakai mesin Z800 maka powernya akan turun. Untuk menanggulangi sekaligus menaikkan performa, maka Kawasaki menaikkan kapasitas mesin jadi 946 cc yang ternyata basik mesinnya dari Z1000.

Mesinnya 4 silinder segaris DOHC 16 klep berpendingin cairan, dengan kapasitas mesin 946 cc dari bore x stroke 73,4 mm x 56 mm. Tenaganya mencapai 125 dk, lebih besar dari Z800 yang hanya 113 dk.

Mesin Z900 ini sudah dilengkapi dengan assist & slipper clutch, yang membuat handel kopling jadi ringan dan mencegah roda belakang skid saat engine brake. Keunggulan lain Z900 menurut Sucipto ada pada bobot yang hanya 210 kg, sebagai catatan Z800 bobotnya 229 kg.

Bobot sasis hanya 13,5 kg, dikembangkan dari Z1 dan ZX-9R. Lengan ayun berbahan aluminium juga ringan hanya 3,9 kg.

Keunggulan berikutnya ada pada suspensi yang diandalkan. Belakang pakai uni-track desain baru dan bisa diadjust. Desainnya tampak rumit, ada lengan panjang nempel ke sasis bawah, kemudian tersambung ke link yang mirip segitiga tempat menempel sokbrekernya.

Sokbreker belakang ini diposisikan horizontal, keunggulannya jadi jauh dari leher knalpot sehingga tak terpengaruh panas yang bisa membuat performa sokbreker berubah. Di sisi bawah tampak ada setelan tension yang bisa disetel pakai obeng minus.

Sementara depan pakai sokbreker upside down berdiameter 41 mm yang juga punya setelan tension di sisi kiri atas. Keunggulan lain tampak dari penggunaan rem depan dobel cakram berdiameter 300 mm tipe semi-floating dijepit kaliper 4 piston. Sedang belakang cakram 250 mm dengan kaliper satu piston.

Jadi ingin segera membejeknya di jalan nih! (Aant / Otomotifnet.com)

Data Spesifikasi
Tipe mesin: 4 langkah 4 silinder segaris
Sistem pendinginan : Cairan
Rasio kompresi: 11,8:1
Sistem katup: DOHC, 16 klep
Bore x stroke: 73,4 x 56 mm
Kapasitas: 948 cc
Sistem bahan bakar: Fuel injection: Ø 36 mm x 4 with sub-throttle
Sistem starter: Elektrik
Pelumasan: Forced lubrication, wet sump
Torsi maksimal: 98,6 Nm {10.1 kgf•m} /7.700 rpm
Tenaga maksimal: 123,8 dk (125 PS) /9.500 rpm
Transmisi: 6-speed
Kopling: Wet multi-disc, manual
Final drive: Sealed chain
Rem depan: Dual semi-floating 300 mm petal discs. Caliper: Dual opposed 4-piston
Rem belakang: Single 250 mm petal disc. Caliper: Single-piston
Suspensi depan: 41 mm inverted fork with stepless rebound damping and spring preload adjustability
Suspensi belakang: Horizontal Back-link with rebound damping and spring preload adjustability
Tipe sasis: Trellis, high-tensile steel
Trail: 103 mm
Jarak main roda depan: 120 mm
Jarak main roda belakang: 140 mm
Ban depan: 120/70ZR17M/C (58W)
Ban belakang: 180/55ZR17M/C (73W)
P x L x T: 2.065 x 825 x 1.065 mm
Jarak sumbu roda: 1.450 mm
Jarak terendah ke tanah: 130 mm
Kapasitas tangki bensin: 17 liter
Tinggi jok: 795 mm
Bobot basah: 210 kg

EDITOR

Dimas Pradopo

TERPOPULER

Top