Senin,20 Maret 2017 15:08 WIB

Penulis: otomotifnet

Ulasan Lengkap Test Ride Yamaha Aerox 155 VVA versi OTOMOTIF, Temukan Kelebihan dan Kekurangannya!

Halaman 1 dari 2

Foto: Salim/otomotifnet

Test Ride Yamaha Aerox 155 VVA

Jakarta - Gimana, semakin ngiler melihat Yamaha Aerox 155 VVA? Biar enggak penasaran, OTOMOTIF akan kupas tuntas dalam sesi test ride. Asyiknya, unit yang OTOMOTIF jajal adalah S Version yang merupakan tipe tertinggi, harganya Rp 26,15 juta. Baca terus!  Tim OTOMOTIF

Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
 

Desain

Jika Yamaha NMAX lebih elegan, Aerox 155 VVA versi sportinya. Dari sisi samping, tajam mengedepankan aerodinamis layaknya motor sport. Belum lagi dengan lampu utamanya full LED yang sipit.

Joknya berundak dan kulit pelapisnya keren pakai dual pattern. Kasatmata tampak tidak ada behel atau pegangan pembonceng. Sebenarnya ada, letaknya bersembunyi di bodi samping yang meruncing. Keren!

Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Sudah dibekali dengan SKS (Smart Key System), gak ada anak kunci

Fitur

Varian tertinggi Aerox 155 VVA sudah dibekali dengan SKS (Smart Key System), gak ada anak kunci. Gantinya semacam remote yang disebut sebagai smart key. Cukup dekatkan saja, maka smart key akan memancarkan sinyal yang diterima oleh Smart Unit yang terhubung ke ECU untuk mengaktifkan kelistrikan.

Selanjutnya tinggal putar kenob untuk membuka kunci setang dan mengaktifkan kelistrikan. Buka bagasi dan penutup tangki bensin juga tinggal pencet tombol selama smart key sudah terkoneksi. Smart key juga berfungsi sebagai answer back system. Detail SKS sudah pernah di bahas sebelumnya, klik di sini.

Fitur lain adalah, semua varian Aerox 155 VVA sudah dibekali SMG (Smart Motor Generator) yang menggabungkan generator pengisian dan dinamo starter. Bisa dibilang mirip dengan ACG (Alternator Current Generator) di skutik Honda. Sehingga proses menyalakan mesin jadi sangat senyap.

Berkat SMG, fitur SSS (Stop & Star System) ikut disematkan. Mengaktifkannya, tekan tombol di setang kanan. SSS punya dua skenario mematikan mesin saat langsam, yaitu zero second dan five second.

Zero second langsung mematikan mesin saat berhenti mendadak. Sedang five second berfungsi saat berkendara di kemacetan, setelah berhenti selama 5 detik mesin baru mati.

Untuk kembali menyalakan mesin Aerox 155 VVA, tinggal buka gas maka langsung hidup dengan waktu penyalaan hanya 0,8 detik. Fitur lainnya adalah spidometer full digital 5,8 inci. Ada soket output DC 12v di laci depan sebelah kiri bisa untuk charger dengan soket lighter bukan USB.

Bagasi di bawah jok berkapasitas 25 liter bisa menelan sebuah helm fullface namun dengan posisi terbalik. Ada juga ABS (Anti-lock Braking System) one channel karena hanya bagian depan saja yang menggunakan cakram, sedang rem belakang teromol dengan fitur smart brake lock sebagai rem parkir.

Pelek Aerox 155 VVA 14 inci dengan lebar 2,5 inci dan ban 110/80–14 di depan. Yang belakang lebar 3,5 inci dibalut ban 140/70–14, gambot banget! Sayangnya, suspensinya malah terlihat terlalu kecil.

Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Ini dia spidometernya. Isinya lengkap, ada takometer di bagian atas, fuelmeter, spidometer dan jam digital. Di samping ada VVA indicator yang menyala pada 6.000 rpm. Bawah ada fuel consumption rata-rata dan real time, voltase aki, odometer juga tripmeter
Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Rumah kunci rahasia untuk membuka jok ada di dekat suspensi, dilengkapi dengan penutup karet. Berfungsi untuk mengganti aki jika tiba-tiba tekor dan tidak bisa dibuka pakai tombol di bawah kenob
 
Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Lampu depan sudah LED, terang bro!
Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Memasukan helm full face harus dibalik
Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Rem belakang masih teromol
Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
Saklar kiri rasanya terlalu tebal, sehingga sulit menjangkau tombol lampu sein dan klakson secara mendadak

Halaman 1 2

EDITOR

Dimas Pradopo

TERPOPULER

Top