Senin,20 Maret 2017 15:08 WIB

Penulis: otomotifnet

Handling, Performa dan Konsumsi Bahan Bakar

Halaman 2 dari 2

Foto: Salim/otomotifnet

Posisi duduknya sporti, beda jauh dari NMAX

Handling & Riding Position

Tester 168 cm ternyata masih merasa joknya tinggi. Bandingkan, tinggi joknya 790 mm, sedang NMAX cuma 765 mm. Dipadu setang rendah, benar-benar mirip naik motor sport.

Handling istimewa, salah satunya karena bobot ringan hanya 118 kg untuk S Version ini. Padahal bentuknya besar dan kekar ya?   Juga didukung karakter suspensi empuk namun tetap stabil saat melibas tikungan, pas untuk tester berbobot 57 kg. Rasanya, suspensi Aerox 155 VVA lebih bersahabat dari NMAX.

Namun, ban berukuran ekstra gambot justru membuat gerakan ke kanan-kiri agak berat. Jika feeling pengendara cukup sensitif pasti akan merasa bagian belakang sedikit melawan saat diajak belok rebah.

Sisi positifnya motor terasa lebih stabil saat melintasi jalan tidak rata karena ban tebalnya ini membantu suspensi dalam meredam guncangan.

Test Ride  Yamaha Aerox 155 VVA
 

Performa

Lanjut ke performa. Kendati platform mesin Aerox 155 VVA dari Yamaha NMAX namun rasanya lebih responsif. Kapan-kapan akan kita bandingkan ya! Yang jelas mesin 155 cc dengan teknologi VVA (Variable Valve Actuation) ini sangat responsif.

Putaran bawahnya, langsung bikin kaget sejak VVA belum aktif. Setelah VVA aktif? Mesin dengan torsi makimum 13,8 Nm pada 6.250 rpm ini semakin galak semakin menyentuh limiter di sekitar 10.000 rpm.

Tercatat dalam data akselerasi Aerox 155 VVA menggunakan Racelogic 0 sampai 80 km/j hanya butuh 9,4 detik saja. Sedangkan jarak 0 – 201 meter diembat dalam 12,3 detik dengan kecepatan 90,1 km/j. Data lengkap bisa lihat tabel. Sedang top speed, di spidometer tembus 122 km/j tanpa slipstream.

Top Speed Yamaha Aerox 155
Top Speed Yamaha Aerox 155, 122 km/jam di spidometer, di Racelogix 118,2 km/jam, beda tipis

Konsumsi Bahan Bakar

Diajak berkeliling Jakarta melewati berbagai kondisi jalan. Rata-rata konsumsi besin Aerox 155 VVA menunjukan 37,6 km/l menggunakan bahan bakar RON 95. Enggak terlalu boros nih.

Data Tes

0 – 60 km/j: 5,4 detik
0 – 80 km/j: 9,4 detik
0 – 100 km/j: 16,7 detik
0 – 100 meter: 7,9 detik (73,8 km/j)
0 – 201 meter: 12,3 detik (90,1 km/j)
0 – 402 meter: 19,6 detik (105,5 km/j)
Top speed spidometer: 122 km/j
Top speed racelogic: 118,2 km/j

 

Data Spesifikasi

Dimensi:
P X L X T: 1.990 X 700 X 1.125 mm
Jarak sumbu roda: 1.350 mm
Jarak terendah ke tanah: 142 mm
Tinggi tempat duduk: 790 mm
Berat isi:
118 kg (AEROX 155VVA – S Version)
117 kg (AEROX 155VVA – R  Version)
116 kg (AEROX 155VVA)
Kapasitas tangka bensin: 4,6 L

Mesin :
Tipe mesin: Liquid cooled 4-stroke, SOHC
Susunan silinder: Single cylinder
Diameter X Langkah : 58 x 58,7 mm
Perbandingan kompresi: 10,5 ± 0,4:1
Volume silinder: 155,1 cc
Daya maksimum: 14,7 dk (11.0 kW)/8.000 rpm
Torsi maksimum: 13,8 Nm/6.250 rpm
Sistem starter: Electric starter
Sistem pelumasan: Wet sump
Kapasitas oli mesin: Total = 1,00 L ; Berkala = 0,90 L
Sistem bahan bakar: Fuel Injection
Tipe kopling: Dry, Centrifugal Automatic
Tipe transmisi: V-belt automatic

Rangka :
Tipe rangka: Underbone
Suspensi depan: Teleskopik
Suspensi belakang: Unit Swing
Tipe ban: Tubeless
Ban depan: 110/80-14M/C 53P
Ban belakang: 140/70-14M/C 62P
Rem depan: Disc brake
Rem belakang: Drum brake

Kelistrikan :
Sistem pengapian: TCI
Tipe battery: YTZ7V
Tipe busi: NGK/CPR8EA9

EDITOR

Dimas Pradopo

TERPOPULER

Top