Jumat,24 Maret 2017 13:00 WIB

Penulis: otomotifnet

Bore Up Vespa Sprint i.e 3V Jadi 185 cc, Power Melejit 4,8 dk

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Upgrade Performa Vespa Sprint i.e 3V 2016 Enggak Betah Pelan

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Piston TK Racing berukuran 63,5 mm

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Head dan klep. Ukuran klep in 22 mm dan klep ex 25 mm, lubang in dan ex di-porting sekitar 0,5 mm mengikuti jalur standar

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Continuously Variable Transmission (CVT). Gear ratio ganti kini diganti dengan ukuran 12-39 mata dari standar 14-42.

  • Foto: Sigit/otomotifnet

    Hasil komparasi bore p dan standar

Jakarta - Bambang Hutomo paling males sama yang namanya lelet di jalan. “Apalagi pas cuaca panas, aduh ogah deh pelan-pelan, mending langsung selap selip buka gas terus ngacir,” buka pemilik Vespa lansiran 2016 yang langsung menyambangi Gurkha Motorworks (GM).

Enggak mau tanggung, Mandra Sugiharto mekanik GM langsung didaulat lakukan bore up pada mesin. Ruang bakar naik jadi 185,5cc dan memasang banyak racing part lainnya. Biar tahu kenaikan tenaganya, dynamometer milik Ultraspeed Racing digunakan untuk melakukan pengukuran.

Hasilnya, mesin garapan GM ini mampu menyemburkan tenaga lebih besar 4,8 dk, jadi 12,88 dk. Sedangkan torsi naik dari 9,8 Nm di 15,8 Nm di 5.600 rpm. Penasaran sama ubahannya? Kita lihat apa saja yang diupgrade! (Sigit / Otomotifnet.com)

Piston

Biar kapasitas mesin naik, Mandra sang mekanik langsung lakukan bore up pakai piston TK Racing berukuran 63,5 mm dengan doom flat agar rasio kompresi enggak terlalu tinggi. “Kan mau dipakai harian, jadi kompresi cukup bermain di 11:1 aja,” beber mekanik ramah ini.

Head & Klep

Agar udara dan bahan bakar yang keluar masuk bisa seimbang, katup diganti dengan ukuran dua buah klep in 22 mm dan satu buah klep ex 25 mm berbahan stainless agar enggak gampang jebol.  

Sedang lubang in dan ex di-porting sekitar 0,5 mm mengikuti jalur standar. Buka tutup klep kini diatur dengan noken as berdurasi 258̊ dengan lift 7 mm. Sehingga power sudah bengis dari awal buka gas. “Biar torsinya jadi lebih cepat,” sambung mekanik berdarah Jawa ini.

Piggyback
Biar pasokan bahan bakarnya enggak kekurangan, Mandra yang biasa menggarap motor-motor balap Gurkha ini pasang piggyback Polini untuk memanipulasi ECU.

Continuously Variable Transmission (CVT)

Biar makin maksimal dan enggak selip terus CVT di-upgrade. Gear ratio ganti kini diganti dengan ukuran 12-39 mata dari standar 14-42. Enggak hanya itu, derajat pulley dan flywheel-nya juga diubah jadi 13,5º. Selain itu, pakai kampas ganda custom buatan Gurkha yang diklaim anti getar dan anti selip.

Knalpot Racing
Finishing, memaksimalkan setingan mesin dan CVT, lubang buang akhir mengandalkan Akrapovic dengan model silencer panjang. “Biar enggak terlalu berisik, DB killer tetap dipasang,” tutup Bambang yang bekerja di perusahaan Swasta di Jakarta ini.

Data Performa
Standar                            Bore Up

8,11 dk/8.100 rpm            12,88 dk/5.900 rpm
9,8 Nm/4.500 rpm            15,8 Nm/5.600 rpm

Data Spesifikasi
Piston : TK 63,5mm
Klep : Stainless in 22 dan ex 25
Head : Porting 0,5 mm
Noken as : 258º lift 7 mm
Piggyyback : Polini
Roller : Aftermarket
Kampas Ganda : custom by Gurkha
Per Torsi : Aftermarket
Pulley : 13,5 ̊
Ratio : 12-39 mata
Knalpot : Akrapovic
Gurkha Motorworks : 021-7253952

 

EDITOR

Dimas Pradopo

TERPOPULER

Top