Senin,30 Jan 2017 08:45 WIB

Penulis: Otomotifnet

Upgrade Performa Vespa Sprint 150 3V ie, Paket Plug And Play

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Piggyback Polini dilengkapi layar, pengaturan lebih mudah

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Knalpot Remus sebagai penerus gas buang

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Noken as Kawahara durasi 260° nendang sejak putaran bawah

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Bore up kit Malossi dongkrak kapasitas mesin jadi 183 cc

  • Foto: Fariz/otomotifnet

    Power maksimal tercatat 12,33 dk pada 8.300 rpm dan torsi 11,27 Nm di 7.600 rpm

Jakarta - Tenaga standar Vespa Sprint 150 3Vie bagi pencinta kecepatan dikategorikan halus, sudah pasti mereka kurang puas dengan kondisi standar. Contohnya Arief Fadillah, yang langsung melakukan upgrade performa dengan langkah bore up.

“Karena gak ada motor lagi, jadi pakai langkah yang plug and play aja deh, aplikasi paket bore up, cara ini gak ribet karena motor jadi gak perlu nginep di bengkel,” ujarnya. Lalu, seperti apa caranya upgrade performa Vespa Sprint 150 3V ie ini? • (Fariz/Otomotifnet.com)

Upgrade Performa Vespa Sprint
 

Bore Up 183cc
Langkah pertama menaikkan kapasitas mesin dengan menggunakan bore up kit Malossi asal Italia, yang punya piston berukuran 63 mm, kapasitas mesin pun membengkak menjadi 182,6 cc. Bore x stroke standarnya 58 x 58,6 mm.

“Tapi kepala silinder dipapas disesuaikan, agar perbandingan kompresi naik menjadi 12,4:1,” ujar Pede, mekanik dari Seventeen Garage yang menangani motor ini. Rasio kompresi standar hanya 10,5:1.

Noken As Kawahara
Untuk mengatur buka tutup klepnya, Arief memilih produk Kawahara. Noken as yang punya durasi 260°, diklaim bikin tenaga lebih terasa sejak putaran rendah. Untuk menyesuaikan aliran udara, porting-polish pun dilakukan pada bagian saluran masuk dan buang.

CVT Polini
Bagian transmisi sebagai penerus daya menggunakan full produk Polini. Mulai dari v-belt, variator, clutch, dan per torsi. “Tapi roller menggunakan produk Kawahara dengan berat 12 gram, supaya akselerasi lebih kuat,” lanjut Arief.

Piggyback Polini
Pengaturan debit bahan bakarnya menyesuaikan kapasitas yang membengkak, ECU dimanipulasi menggunakan piggyback. Meskipun menggunakan bore up kit dari Malossi, tapi Pede ogah pakai piggyback dengan merek serupa.

“Piggyback pakai Polini karena lebih mudah dan enak aturnya, salah satunya karena dilengkapi dengan layar digital jadi lebih akurat.

Tes Dyno
Untuk melihat kenaikan performanya, motor diboyong ke atas mesin dyno Dynojet milik Duta Motor Sport di Jl. M. Hasibuan No.60, Bekasi Barat, Jabar. Power maksimal tercatat 12,33 dk pada 8.300 rpm dan torsi 11,27 Nm di 7.600 rpm.

Lumayan karena klaim pabrik tenaganya 11,6 dk, yang kalau didyno sekitar 1 dk lebih kecil, atau sekitar 10,6 dk saja. Jadi ada kenaikan tenaga 1,73 dk, lumayan!

Duta Motor Sport: 021-883-45166
Seventeen Garage: 021-82732678

EDITOR

Dimas Pradopo

TERPOPULER

Top