Mobil - otomotifnet.com

LAST UPDATE

Mobil

Jumat, 26 Maret 2010 13:18 WIB

Mendeteksi Dan Merawat Sistem Pendinginan Mobil (1)

Penulis : Arseen

OTOMOTIFNET - Mesin jenis pembakaran pada sebuah mobil, pasti dibekali sistem pendinginan agar panas mesin bisa diredam hingga suhu tertentu.

Uniknya, kondisi ideal sebuah mesin juga memiliki suhu kerja normal antara 80-90°C. Lewat dari suhu itu, mesin akan mengalami gejala overheating yang ditandai dengan gejala knocking alias ngelitik. Namun juga tidak boleh di bawah suhu tadi karena bisa overcooling, sehingga konsumsi BBM boros.

Tak heran bila sistem pendinginan mesin yang lazim mengandalkan air atau coolant ini, memegang peranan penting agar mobil selalu fit diajak jalan.

“Apalagi mesin mobil zaman sekarang, mayoritas menggunakan material aluminium, pendinginan yang baik dan bermutu menjadi wajib,” tutur Taqwa SS dari Garden Speed di bilangan Cilandak, Jaksel.

Menjadi pertanyaan bagi sebagian besar pemilik mobil adalah, bagaimana cara merawat atau mendeteksi sebuah sistem pendinginan bekerja dengan baik?

Sebenarnya hal ini sudah menjadi menu wajib bagi setiap bengkel resmi saat mobil mengalami servis rutin atau berkala. Toh, tak ada salahnya mendalami perangkat pendinginan secara detil agar bisa selalu waspada saat mengalami kelainan di jalan.

“Minimal driver bisa tahu kegagalan atau penyebab mobil mogok akibat kesalahan pada sistem pendinginan,” kelakar Michael Andries dari M-Tuning di Pondok Cabe.

Slang Radiator
Namanya juga penghubung, berarti menjadi jalur air antara mesin dan radiator. Sampai sekarang, mayoritas slang radiator masih memakai material karet yang dikombinasi anyaman nylon sebagai penguat. Slang harus kuat menahan air panas hingga suhu 100°C.

Lantaran usia pakai, slang radiator juga bisa rusak atau bocor. Biasanya menjadi getas dan kemudian mengeras. Buntutnya pecah sehingga tak mampu menahan tekanan tinggi air yang melintas. “Selalu gunakan slang bermutu baik,” jelas Anwar dari Ridho Radiator, Kebon Jeruk, Jakbar.

Reservoir Tank
Tangki kecil bersebelahan dengan radiator ini merupakan indikator volume air di dalam sistem pendinginan mesin. Dibilang reservoir karena fungsinya memang untuk mensuplai air radiator bila terjadi kekurangan dan sebaliknya, menjadi wadah tumpahan air saat radiator bersuhu tinggi menuju reservoir tank.

Meski tangki air cadangan ini terbuat dari bahan plastik keras, namun tak selamanya bisa menahan air dengan suhu tinggi. Ada kalanya mengalami kebocoran akibat retak. Sebaiknya selalu memeriksa tangki cadangan ini sebelum mobil keluar rumah. Baik kondisi tangki maupun isi.

Radiator
Peranti pendingin di belakang gril ini, sebagai media menurunkan suhu panas air berasal dari kepala silinder. Bentuknya seperti sarangan dengan puluhan jalur air.

Air panas ini dialirkan menuju radiator untuk didinginkan, sebelum dialirkan kembali ke dalam mesin. Lazimnya bermaterial tembaga atau aluminium. “Dengan bantuan angin dari depan, suhu air bisa konstan di 90°C,” jelas Anwar.

Namun lantaran usia pakai atau kesalahan perawatan, kisi-kisi (sarangan) pada radiator bisa bocor dan menyebabkan air keluar hingga habis.

Lakukan pengecekan air radiator pada pagi hari setiap kali mobil akan keluar rumah, untuk memastikan jumlah air tak berkurang. Bila dalam sehari harus melakukan penambahan hingga 1 liter berarti ada kemungkinan bocor pada radiator.

Penulis/Foto: KL:X / KLX

Berita Terkait

mobiltv

JW Player goes here

mobilimage