Mobil - otomotifnet.com

LAST UPDATE

Pemberlakuan Pajak Progressif

Jumat, 28 Januari 2011 08:19 WIB

Pajak Progresif Kendaran, Sudah Berlaku Mulai Januari 2011

Penulis : Anton | Foto : Tigor


Jakarta - Pemberlakuan tarif pajak progresif (berlapis) resmi diberlakukan Pemprov DKI Jakarta mulai 1 Januari 2011, khusus untuk kendaraan bermotor milik pribadi dan badan hukum.

Menurut Iwan Setiawandi, Kepala Pelayanan Pajak DKI Jakarta, kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang telah disounding sejak 2009 lalu itu, merupakan salah satu instrumen untuk mengatasi kemacetan di wilayah ibu kota negeri ini.

Sekadar kilas balik, berdasarkan UU No.28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, besaran tarif pajak progresif total sebesar 10%. Namun setiap kota dan daerah di seluruh Tanah Air punya kewenangan dalam menentukan besaran tarif pajak progresif, berdasarkan potensi daerah masing-masing.


Mobil bekas tahun produksi muda dan tua tetap terkena perhitungan tarif pajak berlapis
NAMA & ALAMAT

Pemberlakuan pajak progresif tak hanya berlaku buat mobil baru, mobil bekas (mobkas) juga terkena dampak tarif pajak berlapis ini. OTOMOTIF sempat mendatangi Samsat Jaksel, untuk memastikan bagaimana pelaksanaannya di lapangan.

Edaran tentang tarif pajak progresif yang diberlakukan sejak 3 Januari 2011 di seluruh Samsat di DKI Jakarta dan Surabaya itu, menyatakan bahwa semua jenis kendaraan bekas dikenai kebijakan ini tanpa mempedulikan tahun produksinya.

Menurut salah seorang petugas tata usaha Samsat Polda Metro Jaya (PMJ), Jaksel, rumusan pajak progresif untuk mobkas mengacu pada kepemilikan kendaraan pertama sampai keempat. Untuk mobil kelima dan seterusnya dengan kepemilikan orang yang sama, berlaku perhitungan sama dengan mobil keempat.

Rumusan yang berlaku, untuk mobil pertama berlaku tarif PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) normal, sesuai jenis kendaraan dan kapasitas mesinnya. Untuk mobil kedua dengan kepemilikan yang sama, perhitungan yang berlaku adalah (PKB : 3) x 4.

Perhitungan pajak progresif untuk mobil ketiga dengan kepemilikan orang yang sama, berlaku rumusan (PKB : 3) x 5. Sementara buat mobil keempat dan seterusnya dengan atas nama orang yang sama, dihitung berdasarkan (PKB : 3) x 8.

Semisal Suzuki APV tahun 2005, dengan besaran pajak (PKB) sebesar Rp 1.140.000. Jika mobil ini berstatus mobil kedua maka perhitungan pajak di 2011, (Rp 1.140.000 : 3) x 4 = Rp 1.520.000. Terdapat kenaikan sebesar Rp 380 ribu.  


Nominal PKB normal menjadi patokan perhitungan tarif pajak progresif
"Rumus perhitungan ini sudah baku, karena angka pengalinya merupakan konversi dari besarnya persentase pajak progresif untuk mobil baru (Lihat Boks)," ungkap petugas tata usaha Samsat PMJ yang enggan disebutkan jati dirinya.

Perhitungan rumus pajak progresif tadi didasarkan pada kesamaan nama dan/atau alamat pemilik mobil. Artinya jika Anda sudah menjual mobil lawas, tetapi si pembeli belum melakukan proses balik nama, otomatis Anda akan dikenai pajak progresif untuk mobil yang baru dibeli, meski merupakan mobil satu-satunya.

Sekadar buat antisipasi, jika sewaktu-waktu ingin menjual mobil ke pembeli atau pedagang, setelah transaksi selesai dan dibayar lunas, Anda mesti segera minta ke pembeli tadi untuk segera melakukan proses balik nama. Supaya nantinya jika hendak membeli mobil lagi (baru atau bekas), tidak dikenai tarif pajak progresif oleh pihak samsat setempat.

Jika si pembeli tetap berkelit dan enggak mau segera melakukan proses balik nama, Anda mesti segera memblokir STNK mobil yang sudah dijual tadi. Tujuannya sekadar untuk jaga-jaga, seandainya ada pihak yang ingin menyalahgunakan dokumen kendaraan atas nama diri Anda. (mobil.otomotifnet.com)

Berita Terkait

mobiltv

JW Player goes here

mobilimage