Mobil - otomotifnet.com

LAST UPDATE

All About Suzuki APV Arena

Senin, 25 April 2011 12:07 WIB

Cara Perawatan Suzuki APV Arena, Biar Gak Selalu Jajan (Bag.2-Habis)

Penulis : Manut, Kl:X | Foto : Manut, Kl:X


JAKARTA - Antena Patah

Barangkali bukan salah bunda mengandung, mengapa antena Suzuki APV doyan patah atau bengkok. Banyak juga MPV lain bernasib.

Hanya saja, pada APV lebih sering terjadi karena dimensi atap yang cukup tinggi dibanding MPV sekelas dan antena retractable model one piece yang panjang.

Pemilik mobil kerap lupa saat melewati portal atau melintas di bawah dahan pohon. Makanya dalam sekejab bisa patah atau bengkok.

Kalau terpaksa membeli antena baru, harganya lumayan mahal karena terhitung slow moving parts. “Kalo nggak salah, sekitar Di pasaran antena ini dijual sekitar Rp 75 ribu.


Kopling

Salah satu hal yang bikin kaget adalah pemakaian kopling. Ada beberapa mobil yang kampasnya minta diganti sebelum 40 ribu km. "Kopling APV Arena lebih cepat diganti ketimbang APV lama," buka Akhaw dari toko onderdil Karya Tiga, Palmerah Jakpus.

Kondisinya termasuk dek laher atau release bearing. Komponen ini termasuk onderdil yang tidak bisa diklaim, tertulis jelas pada buku petunjuk pemilik. Namun apakah usianya hanya sekian? Usia kopling memang tergantung pemakaian. Jadi, hanya pemakai yang tahu benar kondisinya.

Kopling APV Arena tampak mirip dengan APV lawas. Namun ternyata berbeda. Terutama, release bearing karena punya kuping di belakangnya. Harga sih mirip, Rp 93 ribu. Sedangkan kopling APV Arena (dekrup Rp 373.200 dan kampas Rp 433.200) bisa tukar pakai dengan APV lama (dekrup Rp 450 ribu, kampas Rp 395 ribu). 

Menurut Akhaw, meski beda harga satuan, total budget buat beli kopling set (dekrup dan kampas) jadi mirip. "Memang keduanya beda merek," lanjutnya. APV lama berbagi komponen yang sama dengan Carry Futura 1.5 injeksi. Boleh dijajal, tuh!


Timing Belt

Agak di luar kebiasaan bila alternator belt sudah mulai berdecit meski APV tergolong baru. Namun, bukan mustahil melihat posisi mesin yang memang ngumpet.

Suhu tinggi di engine bay, kerap membuat belt lebih cepat kering atau getas. Bila dibiarkan, kerap membuatnya berdecit atau bunyi.

Biasakan mengganti belt secara rutin karena karet pemutar alternator dan water pump ini memiliki usia pakai. Lantaran mesin yang ngumpet alias tak kasat mata, belt ini sering terlupakan kalau belum bunyi atau putus.

Sebenarnya harga belt alternator tidak mahal. Sekitar Rp 50 ribu perbuahnya. Hanya saja biaya penggantian yang agak mahal karena mekanik kudu lihai melihat celah untuk membuka belt. Hitung-hitung, konsekuensi yang harus diambil bila memelihara APV.


Oli Transmisi

Banyak keluhan seputar transmisi manual 5 percepatan yang menjadi standar Suzuki APV. Khususnya kalau pelumas girboks sudah jalan 5.000 km, perpindahan gigi sering susah.

Untuk urusan ini, Pendi, kepala bengkel Suzuki Kebon Jeruk memberi saran. “Usahakan selalu pakai oli yang direkomendasi pabrik,” ujarnya.

Transmisi yang mengusung volume pelumas hingga 2,7 liter ini sebaiknya memakai oli dengan viskositas SAE 90. Banyak pemilik APV suka salah kaprah dengan mengisi oli transmisi dengan kekentalan SAE 50 atau 75.

Biaya penggantian oli transmisi berkisar antara Rp 150-200 ribu termasuk jasa pengerjaan di bengkel umum. Tentunya tak berlaku di beres (bengkel resmi) yang memiliki standar lebih tinggi.  (mobil.otomotifnet.com)

Berita Terkait

mobiltv

JW Player goes here

mobilimage