Mobil - otomotifnet.com

LAST UPDATE

Modif Toyota Corolla Twin Cam SE Limited 1991

Kamis, 15 Desember 2011 08:04 WIB

Toyota Corolla Twin Cam SE Limited Jerih Payah Warisan Ayah

Penulis : Denta | Teks Editor : Bagja | Foto : Denta

 
JAKARTA - Memodifikasi mobil itu sejatinya gampang-gampang susah, seperti yang dilakoni Doddy pada Toyota Corolla Twin Cam warisan dari sang Ayah ini. “Untuk salah satu part di mobil ini butuh waktu yang cukup lama untuk mendapatkannya,” ujar lelaki klimis ini. Karena hampir semua bagian merupakan barang langka.

WIDE BODY
Tengok saja eksterior, headlamp dan gril depan yang adopsi milik Toyota AE92 Wagon yang disandingkan bumper depan AE92 Sprinter Cielo. Untuk side skirt, Dody ambil punya Corolla FX.

Untuk bagian grill saat ini yang sedang dipakai punya AE92 Wagon face special T Grill lengkap dengan emblem Twin Cam 16. “Ada lagi 3 gril koleksi gue, seperti grill three liner, four liner dan sprinter, semuanya milik AE92 versi luar. Jadi kalau bosan tinggal tukar saja dengan model yang lain,” bangganya.

Ke bagian belakang, rear lamp, rear marker dan plat nomor menggunakan AE92 USDM tak ketinggalan retract side mirror mobil ini juga diaplikasi. “Pokoknya semua part pakai OEM Corolla AE92, tinggal plek aja,” jelasnya. Termasuk ducktatil labelanTATB.

Guna menyeimbanbi penampilan, kaki-kaki tak luput dari modifikasi. “Simpel saja hanya mengikuti tren Hellaflush,” tutur Dody. Senada ketika dipadu dengan pelek TRD T3 putih 17 inci dengan balutan Yokohama A Drive R1 205/40R17 (depan) dan 215/40R17 (belakang).

Dengan pelek dan ban lebar, Dody terpaksa menggembungkan bodinya. “Setelah di-wide body ternyata tapak ban masih di luar fender, ya solusinya mainkan camber negatif,” ucapnya.

Baut camber asli diganti dengan ukuran yang lebih kecil supaya bisa dimainkan sudut kemiringanya. Untuk depan pakai ukuran 17, aslinya 19. Sedangkan belakang berukuran 14 yang semula berukuran 17.

Setelah melakukan beberapa kali percobaan didapat sudut camber yang pas, yakni -2 derajat (depan) dan -4,5 (belakang). “Settingan ini udah yang paling pas, dipakai jalan jauh seperti ke puncak atau Bandung enggak masalah,” bilang pria yang tergabung dalam komunitas AE92 Society ini.

Di interior pun cukup banyak barang langka. Ada sepasang jok Recaro SR3 N-Joy, spidometer digital AE92 GT Automatic versi JDM. “Awalnya cuma ngasih gambar & dibantu teman cari diluar, kurang lebih butuh waktu 6 bulan untuk dapatkan barang langka ini,” ucapnya bangga.

Panel AC diganti dengan push button AC dan slider open and close panel AC tengah milik AE92 JDM. Lalu, undertray dan burger tray dari Toyota AE92. Burgertray hunting-nya lebih lama lagi, setahun lebih baru dapat,” sebutnya lagi.

Di bawah panel AC disisipkan double matic cupholder milik Toyota AE101 atau Great Corolla. Agar terlihat lebih sporty Ia mengaplikasi setir Sparco tipe Monza, juga shift knob dan pedal set merek serupa.

In Car Entertainment
Menilik sektor In Car Entertainment (ICE) beberapa rubahan juga diterapkan oleh Doddy. Seperti head unit memercayakan Alpine 9833 dipadukan dengan power Audison LRX 5.600.

Untuk keluaran suara, digunakan speaker Cubig 2 way dan Macrom 2 way.

Pada bagasi belakang tertanam rapi subwoofer JL Audio W6 10 inch dan kapasitor bank produk Mass Engineering.

"Bagasinya juga sudah ditata lagi,Dentadibuat dari kayu triplek yang cukup tebal,” bilang Doddy (mobil.otomotifnet.com)

Berita Terkait

mobiltv

JW Player goes here

Forum Mobil