Mobil - otomotifnet.com

LAST UPDATE

Tips Mobil

Senin, 18 Juni 2012 09:10 WIB

Busi Iridium Ganti Pada 100 Ribu Kilometer

Penulis : Toncil | Foto : Reza

 
JAKARTA - Rajin merawat mobil memang baik, tapi jangan sampai melakukan hal yang justru tak perlu dilakukan. Seperti mengganti busi sebelum waktunya. Terlebih bagi mobil-mobil yang mengaplikasi busi berbahan iridium.

Kebanyakan pemilik mobil merasa sudah harus mengganti busi saat menyentuh 40 ribu kilometer. Padahal tak sedikit mesin mobil saat ini sudah menggunakan busi iridium (Gbr 1). Pada manual book yang ada di setiap pembelian mobil baru tertera jelas kapan harus mengganti busi (Gbr 2).

Seperti contoh pada manual book beberapa produk keluaran Toyota atau Nissan yang sudah menggunakan busi iridium. Pada buku tersebut, penggantian busi iridium hanya dilakukan pada 100 ribu kilometer.

Sedangkan, pada saat kurun waktu servis lainnya, mulai 50 sampai 90 ribu kilometer tidak tertera penggantian, bahkan pengecekan terhadap busi iridium sekalipun. Artinya, busi yang memiliki titik lebur jauh lebih tinggi dibanding busi bahan lain ini tak perlu dibersihkan. Selain itu, penyetelan gap busi seperti yang banyak dilakukan oleh bengkel atau pemilik mobil juga tak disarankan.

"Secara official dari kita tidak pernah memberi batasan jarak tempuh kilometer untuk penggantian busi. Sebab itu sangat tergantung pada banyak hal," jelas Agus Tan, GM Sales & Marketing PT NGK Busi Indonesia.

Menurut Agus, usia pakai tersebut sangat bergantung pada bahan bakar yang dipakai, teknologi mesin, cara berkendara juga kondisi jalan yang dilalui dan hal-hal lainnya.

Penggunaan busi berbahan iridium ini sudah pasti disesuaikan dengan teknologi yang terpasang pada mobil saat ini. Performa yang dihasilkan oleh busi iridium dibanding busi berbahan nikel jauh berbeda. "Paling terlihat pada umur pakai busi tersebut," tegasTaqwa Surya Swasono, pemilik bengkel Garden Speed di Cilandak, Jaksel.

Bagi yang suka oprak-oprek mesin, harus sedikit waspada jika mobil menggunakan busi iridium (Gbr 3). Sebab, jika koil sempat tercabut, ECU harus di-reset. Jika tidak, maka mesin membaca ada yang tak beres, sehingga lampu engine check akan menyala yang membuat putaran mesin tak bisa tinggi. (mobil.otomotifnet.com)

Berita Terkait

mobiltv

JW Player goes here

mobilimage