Kamis, 16 Agustus 2012 17:03 WIB

OtoKultum

Nih, Doping untuk Perjalanan Jauh


Melakukan perjalanan jauh di saat puasa memang aktivitas yang menantang, bagi tubuh maupun otak. Jauh, jalanan macet, plus asupan makanan dan minuman yang dibatasi. Bisa dipastikan bakal tumbang kalau tubuh tidak dalam kondisi fit. Banyak orang lalu membekali diri dengan suplemen. Seperti apa sih aturan minumnya?

VITAMIN DAN MINERAL

Kebutuhan nutrisi tiap orang pada dasarnya berbeda-beda, tergantung kondisi fisik dan aktivitasnya. Orang yang sakit diabetes, tidak boleh mengkonsumsi gula berlebihan. Orang yang punya problem jantung, tidak boleh mengkonsumsi yang mengandung cafein dan zat yang memicu kerja jantung.

Dalam kondisi puasa, frekuensi makan orang berkurang padahal melakukan perjalanan jauh yang merupakan aktivitas fisik cukup berat. Di sinilah biasanya dibutuhkan suplemen.
   
“Kalau dalam perjalanan, yang penting adalah asupan air dan mineral. Untuk yang puasa, aktivitas fisiknya jelas lebih menantang sementara tubuh tidak makan dan minum. Jadi yang mesti diakali adalah ketika ia bersahur. Harus lebih dari kalau dia tidak melakukan perjalanan,” papar dr. Mahesa Pranadipa Maikel, MH.

Suplemen diperlukan kalau nutrisi dari asupan makanan sebelumnya kurang. Makan minum harus berwarna agar kandungan nutrisinya lengkap. Jadi misalnya berbuka puasa atau sahur di restoran cepat saji di rest area. Ada nasi dan daging, tapi tidak ada sayur dan buah-buahan. Mau tidak mau harus menambah suplemen.

“Suplemen yang ada kebanyakan hanya mengandung vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini yang membantu tubuh mengeluarkan zat-zat toksi dari tubuh,” terang dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Tubuh membutuhkan semua jenis vitamin. Vitamin-vitamin ini bisa diperoleh secara alami dari berbagai jenis makanan, sayur, buah atau daging. Bila makan kita tidak lengkap, cara praktis mendapatkannya bisa dilakukan dengan mengkonsumsi multivitamin yang banyak dijual di pasaran.

“Tapi jangan mudah termakan iklan yang banyak ditayangkan. Konsumsi vitamin C dosis tinggi, maka akan terhindar dari penyakit. Tidak begitu, kalau mau sehat ya butuh semua jenis vitamin. Semua jenis vitamin dibutuhkan oleh tubuh,” lanjut pengurus Ikatan Dokter Indonesia ini.

Mengkonsumsi vitamin tertentu bila berlebihan justru bisa jadi masalah. Seperti konsumsi Vitamin C dosis tinggi, bagi penderita gangguan ginjal, gastritis atau maag, serta asam urat.

“Karena kondisinya sudah asam, ditambah lagi vitamin C. Apalagi pola makannya sedang berubah. Lagi puasa, di tengah perjalanan, makanannya asal. Bisa menyebabkan iritasi. Porsi normal 60 miligram sudah cukup,” bilang dr. Mahesa. 

Selain vitamin, tubuh juga membutuhkan mineral. Terutama zat besi yang merupakan salah satu komponen pembentuk sel darah merah dan seng. Apalagi untuk orang dengan kebutuhan khusus seperti ibu hamil.

“Dia harus berbagai darah dengan janin. Jadi butuh suplemen penambah darah. Dalam kondisi normal tidak melakukan perjalanan saja biasanya dokter memberi suplemen penambah darah. Apalagi kalau ia puasa dan melakukan perjalanan,” lanjut blasteran Sunda-Manado ini.

Sementara seng, bertugas sebagai antioksidan. Dalam kondisi kita capek, banyak menyerap toksik di jalan raya, tubuh perlu antioksidan. “Mineral yang berperan itu seng. Tapi sekali lagi, jumlahnya enggak boleh terlalu banyak,” lanjut lulusan Universitas Sam Ratulangi Manado dan Universitas Hasanudin Makassar ini.
 (mobil.otomotifnet.com)
Penulis : Nawita • Foto : Tyo
Ikuti kuis TEBAK JUARA MotoGP dan Formula 1, dapatkan hadiah menarik dari OTOMOTIFNET.COM

Berita Terkait